"if only i could see your smile once again...
if only i could hear your voice and your laugh..
if only i could hold your hand then walk together...
but..most of all..if only this love came before you met her...
if only...
if only...."
sepenggal teriakan hati saya malam ini...
if only...if only...atau...jika saja...jika saja...yah..saat ini saya selalu berandai-andai
Mungkin benar kata seorang bijak bahwa "ketika kau menyesali sesuatu pasti kau akan berandai-andai" dan hal itu pun terbukti pada saya.
Andai saja...andai saja...yah..andai saja saya dekat dengan dia sejak dulu sebelum dia bertemu dengan pacarnya saat ini. Yah, dia itu teman SMA saya. Bodohnya saya, menikmati kenyamanan ini sampai akhirnya terjebak oleh perasaan yang tanpa sengaja saya bangun.
Saat paling perih adalah ketika dia bilang kalau saat ini dia sedang bersama pacarnya, dan lebih perih lagi saat dia bilang "kenapa sih ndut aku ketemu kamu laginya sekarang?"
Mungkin seharusnya saya senang, karena dia juga berandai-andai seperti saya, tapi ini bukan hanya masalah hati saya dan dia. Egois jika harus berpikir bahwa tidak pernah ada yang bisa menyalahi cinta karena cinta datang dan pergi tanpa kita tahu. Kenyataannya, kita juga harus berpikir lebih bijak lagi karena ada seorang lagi wanita disana yang mungkin jika dia tahu dia pasti akan lebih perih dari apa yang saya alami sekarang...
If only...if only....
Kata ini akan selalu terulang untuk Booboochan ku..
Dan sekarang, waktunya untuk mundur (mungkin dan jika bisa) dan saya akan berusaha untuk itu.
Booboochan, jika memang Tuhan tidak mengizinkan saya untuk memilikimu saat ini, mungkin Tuhan sedang mempersiapkan waktu yang tepat lagi untuk kita, dan semoga saat itu kamu adalah The Right Man in The Right Time..
:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar